fbpx
Karyawan Juga Bisa Menjadi Pengusaha

Karyawan Juga Bisa Menjadi Pengusaha

Karyawan Juga Bisa Menjadi Pengusaha

Bismillah… 

Assalamualaikum Insan Djagad. Dengan terus menjalankan komitmen perusahan terhadap karyawan kami agar bisa terus bertumbuh dan menebar banyak kebermanfaatan, agenda rutin pekanan yang dilaksanakan setiap hari Senin dengan berpuasa sunnah dan mewajibkan seluruh karyawan turut hadir dalam acara Upgrading pada pukul 16.00-Selesai (Berbuka puasa bersama) yang ini diadakan di kantor pusat Djagadland Singosari.

Pemateri di tanggal 15 Maret 2021 kemarin  yaitu Bapak Hegi Harjoyo, seorang Owner Best Dough Bakery sekaligus anggota TDA Malang dengan mengusung tema keluar dari zona nyaman dengan topik Karyawan juga bisa menjadi pengusaha.

Penasaran kan? Bagaimana sih sebenarnya keluar dari zona nyaman tersebut dan apa yang harus dilakukan agar seorang karyawan juga bisa menjadi seorang pengusaha yang sukses?, Simak semuanya dalam artikel yang ditulis oleh team konten Djagadland berikut.

Menjadi seorang karyawan terkadang memang sangat enak, terlebih jika gajinya sudah standar UMR, bisa dapat tunjangan tahunan, dan juga bisa ikut jenjang karir yang melejit. Status karyawan menjadi incaran banyak orang yang menghendaki zona nyaman. Ketakutan tidak terpenuhinya hidup membuat orang tidak mau melepaskan status karyawan. 

Lebih-lebih jika dapat informasi banyak pengusaha gulung tikar, sepertinya status karyawan tetap menjadi pilihan nyaman mempertahankan ekonomi sehari-hari. Tak heran lulusan-lulusan baru, baik SMA atau Sarjana menyerbu pusat-pusat kota sekedar memasukkan lowongan pekerjaan.

Tidak ada yang salah menjadi karyawan karena itu adalah sebuah pilihan. Ada banyak orang menghabiskan masa tuanya menjadi karyawan perusahaan besar yang kemudian mendapat jaminan pensiun di hari tua. Apalagi kalau statusnya menjadi PNS tentu ini bisa lebih merasakan zona aman.

Memang bukan jadi rahasia lagi, keluar dari zona nyaman memerlukan keberanian luar biasa. Bertebaran kisah-kisah pelaku yang keluar dari zona nyaman menuju zona kebebasan banyak menghiasi kehidupan para pekerja. Tapi informasi yang diterima kebanyakan sebuah kegagalan. Jadinya keluar dari zona nyaman menuju zona kebebasan mengalami fase yang sangat sulit, tidak enak dan rentan frustasi.

Padahal menurut beberapa orang,  menjadi karyawan termasuk membatasi penghasilan. Kalaulah misalnya menjadi karyawan dia akan digaji 1,5 juta perbulan, selama dia bekerja akan menerima gaji seperti itu dan itupun diterima sekali dalam sebulan. Sementara perputaran ekonomi terbesar ada pada perdangangan. Orang yang berniaga tidak terbatasi incomenya, bisa jadi dia tiap hari mendapatkan keuntungan, bulan ini dapat 5 juta bisa jadi bulan depan dapat 6 juta atau lebih rendah dari pada itu.

Banyak contoh pengusaha sukses mengawali dari pintu karyawan mereka mendapati fase “jatuh bangun” mencapai kesuksesan. Atau yang dulunya seorang pegawai, kemudian merasa jenuh pada posisi stagnan dan berhenti untuk menuju zona kebebasan finansial.

Seperti cerita yang di sampaikan oleh Bapak Hegi Harjoyo, seorang Owner Best Dough Bakery sekaligus anggota TDA Malang kemarin, bagaimana beliau nekat keluar dari zona nyamannya dengan mendatangi dan hijrah ke Philipina, mengalami kesulitan adaptasi, kesulitan mengkondisikan keluarganya, kesulitan dalam berbahasa dan kesulitan-kesulitan yang lainnya hingga berlanjut saat beliau putuskan untuk hijrah ke negara lain yaitu Hongkong.

Dari beberapa cerita yang disampaikan BPK Hegi, bisa disimpulkan bahwa ada bebraoa langkah awal ketika Anda hendak menuju transformasi dari karyawan menuju pengusaha. Apa saja? Yuk simak dibawah ini

  1. Persiapan Mental Dan Niat Yang Benar

Ini adalah syarat paling penting untuk anda dari karyawan jadi pengusaha. Untuk keluar dari posisi karyawan saja sudah membutuhkan mental yang kuat. Karena dengan ini berarti melepas posisi dimana penghasilan menjadi pasti, pandangan positif keluarga dan teman menuju zona dimana penghasilan menjadi tidak pasti. 

Selain mental untuk menuju zona ketidakpastian, dibutuhkan juga mental untuk menjadi pengusaha. Dimana setiap pengusaha akan mengalami “fase jatuh bagun” yang harus dijemput selama menapaki jalan pengusaha. Di fase ini banyak pengusaha yang tidak kuat dan akhirnya menemui kebangkrutan. 

Mental yang kuat untuk menjadi pengusaha akan lebih ampuh bila diniatkan dengan benar. Niat untuk menjalankan semua karena ibadah. Niat untuk menjalaninya dijalan yang benar, tidak menempuh jalan yang kotor.

  1. Persiapan Modal

Persiapan modal menjadi syarat mutlak untuk melangkah dari karyawan jadi pengusaha. Pastikan anda memiliki modal terlebih dahulu sebelum mengajukan surat resign kepada atasan. Baik anda masih single atau sudah berkeluarga, modal tetap menjadi faktor penentu jalannya usaha. 

Anda biisa mencari investor dan bagi hasil, pinjam keluarga dan teman, dan pinjaman lunak lainnya. Bisa juga dengan menjual aset, baik itu tanah, rumah, ataupun barang2 kepemilikan pribadi. Usahakan tidak meminjam kepada rentenir karena bunga yang tinggi. Bunga yang tinggi juga bisa menyebabkan tersendatnya usaha berkembang diawal.

  1. Siap Bekerja Lebih Lama

Transformasi dari karyawan jadi pengusaha tentu saja membuat anda berusaha lagi memulai dari nol. Di awal memulai mungkin hampir seluruh waktu kita akan tersita untuk usaha. Baik itu lewat pikiran atau tindakan. Tetapi kita harus bisa memanage waktu dengan baik. Belajar memanage waktu adalah salah satu kunci. Bekerja lebih lama bukan berarti melupakan keluarga atau saudara. Kita juga harus bisa meluangkan waktu buat mereka.

  1. Fokus Dalam Tujuan Dan Pantang Menyerah

Dalam perjalan usaha kita akan sering mengalami hambatan. Baik itu sikap keluarga yang tidak proaktif ataupun lingkungan sekitar yang mencemooh. Hal ini yang sering menganggu berkembangnya usaha. Mental pun seringkali runtuh karena pendapat sekitar, apalagi saat usaha sedang jatuh. 

Disinilah kita harus terus bangkit dan semangat pantang menyerah. Usahakan diskusi dengan keluarga diawal usaha. Minta dukungan dari mereka. Selalu menjaga semangat dengan sharing ke sesama pengusaha terutama yang sudah berpengalaman adalah hal yang baik. Baca buku-buku motivasi bisnis para pengusaha sukses juga bisa menjadi penambah semangat. 

Yang terakhir kita harus yakin kalau rezeki kita sudah ada yang mengatur. Sehingga langkah kita menjemputnya terasa lebih ringan.

Gimana nih Insan Djagad? Setelah membaca artikel ini, apakah kalian sudah siap untuk keluar dari zona nyaman sebagai karyawan beralih menjadi pengusaha? atau lanjut aja untuk menjadi seorang karyawan? Semua keputusan ada ditangan Anda.

Semoga artikel ini bermanfaat ya 😉

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*