fbpx
Leadership Good to Great (Jim Collins)

Leadership Good to Great (Jim Collins)

 

Assalamualaikum insan Djagad. Seperti yang sudah menjadi komitmen perusahaan kami untuk membuat karyawan kami terus bertumbuh dan menebar banyak kebermanfaatan, pada perusahaan kami diagendakan agenda rutin pekanan setiap Senin untuk berpuasa sunnah dan agenda rutin Upgrading pada pukul 16.00-Selesai (Berbuka puasa bersama) dan kegiatan ini diadakan di kantor pusat Djagadland yaitu Djagad Singosari.

Di kesempatan Senin pekan kemarin, tepatnya tanggal 22 Februari 2021, tema yang berhasil dibagikan oleh pemateri Bapak Indra Sakti dari TDA Malang berjudul Leadership Good to Great (Jim Collins), bagaimana resume dan ulasannya? Yuk simak pada artikel yang ditulis ulang oleh team content writer Djagadland group dibawah ini

Sebagai pembuka materi, Pak Indra sempat menanyakan tentang “Apa yang kita inginkan terhadap perusahaan Djagadland? Ingin bagus atau ingin hebat?”. Pertanyaan ini adalah termasuk yang ada pada bab pertama dalam buku Jim collins berjudul Good To Great dari total 9 bab. 

Bab-bab Menarik Dalam Buku Good To Great Karya Jim Collins

  • Good adalah musuh dari great atau yang berarti baik adalah musuh dari hebat.

Pada bab pertama, ada ungkapan bahwa “Bagus itu musuh dari Hebat”. Di bab ini, penulis menentukan kriteria apa yang dimaksud dengan superior, kriteria yang paling utama dari berbagai kriteria yang digunakan adalah pertumbuhan dan sukses yang berkelanjutan yang melebihi rata rata industri.

Collins juga memberikan sebagian dari temuan studinya, dan yang bisa dijadikan catatan adalah banyak indikator yang digunakan seperti Kompensasi untuk CEO, Teknologi, Merger dan Akuisisi, serta Change Management Inisiatif, ternyata tidak memberikan pengaruh yang besar dalam membuat perusahaan menjadi superior.

Di bukunya, Collins membeberkan bahwa yang paling berperan membuat perusahaan menjadi Superior adalah 3 hal, yaitu Disciplined People, Disciplined thought, dan Disciplined action. Alasannya adalah karena ketika anda punya orang orang yang disiplin, anda tidak lagi butuh hirarki, yang kemudian Anda akan memiliki pula disiplin dalam pemikiran, yang membuat Anda tidak butuh birokrasi, terakhir saat Anda memiliki disiplin aksi, Anda tidak akan lagi butuh kontrol yang berlebih.

  • Level 5 Leadership

Dalam bab ini, diceritakan bahwa penulis memulai dengan mengidentifikasi dan kemudian menganalisa dengan detail faktor faktor yang membedakan perusahaan bagus dengan perusahaan yang istimewa (superior). Dan ternyata menurut beliau, yang paling berperan adalah kualitas dan pondasi kepemimpinan di perusahaan yang di namainya dengan “Level 5 leadership” sebagai karakteristik umum yang dimiliki oleh semua perusahaan Superior. Apa yang dimaksud dengan level kepemimpinan yang puncaknya adalah pemimpin yang tugasnya juga sebagai pengambil keputusan dan strateginya.

Berikut adalah ciri ciri dari para pemimpin perusahaan yang istimewa. 

Dengan menganalisa perilaku para pemimpin level 5 ini, Collins menemukan suatu sifat umum yaitu determinasi yang tinggi dan rendah hati. Para pemimpin ini pada umumnya mempunyai komitmen jangka panjang kepada perusahaan tempat mereka bekerja dalam level yang personal, dan pada umumnya mereka berasal dari dalam struktur organisasi perusahaan itu sendiri. Ego pribadi ataupun kompensasi finansial bagi mereka tidaklah sepenting tujuan jangka panjang tim dan perusahaan. 

Dan dengan ini, justru Collins memutarbalikkan anggapan umum di dunia manajemen dan HR bahwa dengan mengundang CEO selebriti (misalnya mengundang CEO yang sukses di satu perusahaan) untuk memperbaiki perusahaan yang sedang tiarap adalah hal yang baik. Karena kenyataannya dengan mengundang CEO selebriti ini, suasana kondusif untuk beralih dari “good” menjadi “great” malah tidak terjadi.

  • Bab Tentang Yang Pertama Adalah “Siapa”, Baru “Apa”

Faktor berikutnya yang di identifikasi oleh Collins sebagai bagian dari proses “Good to Great” adalah sifat dasar dari tim pemimpin. Secara khusus, Collins mengemukakan konsep bahwa proses mendapatkan orang orang yang high-quality dan high-talent harus dilakukan terlebih dahulu sebelum strategi dibuat.

Dengan menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat, Collins berkesimpulan bahwa akan muncul banyak masalah yang telah membebani organisasi dapat diatasi dengan sendirinya. Sehingga, dia menganjurkan untuk perusahaan yang berubah dari good menjadi great, perlu meluangkan ekstra usaha dan waktu dalam mencari karyawan dan pengambil keputusan.

Colins juga menekankan tentang pentingnya pengelolaan hal hal yang berkaitan dengan kepegawaian. Beliau mengungkapkan agar para perusahaan memindahkan karyawan yang mungkin gagal ke posisi yang baru, dan tidak ragu ragu untuk mengganti karyawan yang tidak berkontribusi. Dan dia juga menekankan bahwa keputusan untuk menerima karyawan baru ditunda sampai kandidat yang benar benar cocok tersedia. Dengan menjalankan dua hal ini, Collins klaim akan menghemat waktu, uang, dan tenaga di jangka panjang.

  • Hadapi Fakta Brutal (tetapi Jangan pernah menyerah)

Salah satu elemen penting lainnya dalam perusahaan yang berhasil menjadi “great” adalah kemauan untuk mengidentifikasi dan menilai fakta fakta yang ada pada perusahaan dan di lingkungan bisnisnya. Dalam kondisi pasar sekarang, perubahan trend adalah hal yang sangat berpengaruh, dan ketidakmampuan untuk mengikuti perubahan pada umumnya berujung kepada kegagalan perusahaan seperti (Xerox, Sony, Nokia).

Collins memberikan panduan 4 langkah untuk membangun kesadaran dan mengidentifikasi masalah, diantaranya adalah:

  • Mulailah dengan pertanyaan pertanyaan, bukan dengan jawaban

Lakukan dialog dan kemukakan argumen, bukan dengan pemaksaan.

Lakukan “autopsi” tanpa menyalahkan

Buat mekanisme “tanda bahaya” yang merubah informasi menjadi informasi yang tidak bisa diabaikan.

  • Konsep Landak (Sederhana dalam 3 lingkup)

Dalam bab ini, Collins menggunakan perumpamaan landak untuk menggambarkan hal yang sepertinya bertentangan, bahwa kesederhanaan akan membawa kepada kesuksesan. Jika dihadapkan kepada predator, landak hanya menunduk dan melingkarkan badannya bagai bola, adalah perilaku yang simple tetapi efektif. Walaupun pemangsanya sangat pintar seperti misalnya musang dan rubah, sangat sedikit yang bisa menanggulangi strategi yang simple yang digunakan oleh Landak secara terus menerus.

Atas dasar itu juga, strategi yang mengantarkan kita kepada kesuksesan (Good to Great) adalah bukan dengan sukses karena kita sudah melakukan banyak hal, tetapi dengan melakukan satu hal yang lebih baik dari orang lain di seluruh dunia. Memang butuh waktu untuk menemukan “konsep landak” dari suatu perusahaan, tetapi mereka yang berhasil menemukannya akan mendapatkan sukses. 

Dalam rangka mempercepat proses identifikasi ini, tentu Collins menyarankan untuk menggunakan kriteria-kriteria yang sudah ditulisnya, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Tentukan apa yang dapat kamu lakukan terbaik sedunia dan apa yang kamu tidak bisa menjadi yang terbaik.
  • Tentukan apa yang menggerakkan roda ekonomi kamu.
  • Tentukan hal apa yang membuat kamu sangat antusias.

 

  • Budaya Disiplin

Salah satu karakter yang menentukan dari perusahaan yang berhasil menjadi perusahaan “besar” adalah budaya disiplin dalam organisasi. Tetapi yang dimaksud dengan budaya disiplin oleh Collins disini bukanlah jenis budaya disiplin ala militer yang otoriter. Maksudnya budaya disiplin disini adalah budaya dimana setiap manager dan karyawan bekerja dengan semangat tinggi pantang menyerah, dimana setiap anggota organisasi bertindak sebagai pemilik, sehingga ketika perusahaan sukses, kesuksesan itu dirasakan pula oleh mereka semua yang ada dalam perusahaan tersebut.

Meskipun disiplin ini akan tercermin dalam kualitas kerja karyawan, tetapi manfaat terbesarnya adalah bahwa semua karyawan akan fokus dan berusaha sesuai kemampuan terbaik mereka untuk mencapai tujuan yang di bentuk pada bab ke-5 ini, yaitu tentang konsep landak. Sehingga karyawan yang disiplin ini akan membuat tujuan dari konsep landaknya tercapai.

Intinya, yang paling penting adalah perusahaan harus membekali karyawan untuk mencapai tujuannya dengan sarana dan prasarana yang memadai, membuat seluruh karyawannya bisa bertumbuh untuk mimpi yang dibentuk oleh perusahaannya tersebut. Dan semuanya tentu saja membutuhkan proses yang harus berkesinambungan dengan hal lainnya. Untuk Anda seorang pengusaha baru atau yang baru ingin membangun sebuah bisnis, pelajari banyak hal penting dari hal-hal yang mungkin akan membuat Anda terkejut nantinya. 

Masih ada 4 Tips lagi dari buku berjudul Good To Great ini, lebih lengkap silahkan klik link YouTube kami berikut ya

Pastikan Anda like, komen, subscribe dan share agar banyak insan Djagad diluar sana juga memperoleh insight dari konten kami. Semoga bermanfaat 😉 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Follow Us

Call Us

(0341) 306 2086

Working Hours

Senin – Minggu
09.00 – 16.00

2019  © djagadland.com  |  Official Site of D’Jagad Land Group